Nafsu!

1. Menjadi tempat terkumpulnya kekuatan sifat marah dan syahwat.

2. Ia adalah hakikat yg ada pd manusia.

3 Bhg. Nafsu:

Nafsu Mut-ma”innah (nafsu yg tenang)

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

(alFajr:27&28) “Wahai Nafsu yg tenang, kembalilah kpd Tuhanmu dgn gembira & menggembirakan”

Nafsu Lawwamah (Nafsu yg mencela)

Ia mencaci manusia yg mengikuti hawa nafsu dgn membuta-tuli. Ia sering berperang dgn kehendak jahat yg adakalanya nafsu Lawwamah menang dan apabila ia kalah ia mencela ‘kekalahannya’ itu.

وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ(alQiyaamah:2)”Dan tidak Kusumpah dgn jiwa yg amat mencela

Nafsu Ammaarah bis-Suu’ (Nafsu yg menyeru kejahatan)

وَمَا أُبَرِّىءُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلاَّ مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيم(Yusuf:53)”Dan aku tidak membebaskan diriku, kerana sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yg diberi rahmat oleh Tuhanku Maha Pengmpun lagi Maha Penyayang”

Diterbitkan dalam: on Februari 20, 2008 at 5:25 pm Tinggalkan Komen
Tags: , , , ,

URI untuk TrackBack kemasukkan ini adalah: http://jiwaini.wordpress.com/2008/02/20/nafsu/trackback/

Suapan RSS untuk komen-komen bagi kiriman ini.

Leave a Comment